Pentingnya Mengganti Referensi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Masih berlanjut tentang perubahan kemarin, perubahan apa sih yang kamu inginkan? Tentunya ke arah kebaikan bukan?

Kalau kamu belum baca tulisan saya tentang kenapa kita harus berubah, yuk di baca dulu setelah itu baru lanjut baca yang ini. Hehe

Ketika seseorang menghindari keburukan maka dia akan mencari gantinya, dan ganti dari keburukan tentu saja kebaikan. Salah satu usaha yang harus kamu lakukan untuk mendorong perubahan adalah mengganti referensi.

Emang sepenting itu ya ganti referensi?
Referensi? maksudnya yang gimana sih?

Di era digital ini katanya kemajuan teknologi dan informasi adalah suatu tanda kemajuan sebuah peradaban, tapi yang kita lihat adalah kebalikannya. Jika suatu peradaban di lihat dari kualitas anak muda nya maka yang kita temui sekarang kebanyakan anak muda terjerumus dalam keburukan demi keburukan. Tak salah lagi, nyatanya informasi-informasi dari kemajuan teknologi justru membuat mundurnya suatu peradaban.

Kenapa sih bisa begitu? Hmm

Pernahkah kamu mendengar kata skripsi? Menyusun skripsi tentu saja membutuhkan referensi. Seseorang yang sedang menyusun skripsi pasti lebih banyak mencari informasi untuk di jadikan referensi, apa yang dia baca, dia dengar dan dia lihat bahkan apa yang ada di lingkungannya akan sangat berpengaruh dengan skripsi yang sedang dia tulis. Begitu juga dengan referensi kehidupan kita. Apa yang kita baca, dengar, tonton dan lingkungan sekitar kita juga besar pengaruhnya dalam menentukan apa yang akan kita lakukan, sudut pandang kita tentang bagaimana kita memandang sesuatu, apa yang keluar dari lisan kita, dan juga akhlak kita.

Informasi bisa saja membuat kita terjangkit berbagai penyakit. Layaknya makanan, kita bisa sangat berhati-hati dalam memilih apa yang kita makan agar tidak menjadi penyakit di dalam tubuh kita. Maka dari itu memilih informasi sama pentingnya seperti memilih makanan yang akan kita makan.

Referensi bisa kita dapatkan dari apa yang kita baca, apa yang kita dengar dan apa yang ada di lingkungan sekitar kita tinggal. Yuk kita bahas satu-satu!

 1. Apa yang kita baca
 
Membaca adalah kegiatan yang bisa meningkatkan kecerdasaan otak kita dan menambah pengetahuan. Tapi tahukah kamu bahwa tidak semua bacaan memberikan efek yang baik bagi pembaca, nah disinilah pentingnya untuk memperhatikan lagi apa yang sering kita baca. Seseorang yang sering membaca tentang psikologi kemungkinan besar dia akan lebih mudah memahami dirinya sendiri, orang yang sering membaca bacaan spiritual seperti kisah-kisah para Nabi tentu besar kemungkinannya untuk dia meniru akhlak-akhlak para Nabi, begitulah pengaruh dari sebuah bacaan.

Dan yang sering kita baca sekarang bukan hanya buku, bahkan tak jarang dari kita sudah meninggalkan kebiasaan membaca, membaca buku bukan lagi menjadi kebutuhan . Lalu apa yang kita baca? Yang paling sering kita baca adalah apa yang ada di media sosial.

 2. Apa yang kita tonton
 
Banyak kita temukan industri perfilman yang begitu besar efforts nya untuk mengambil perhatian banyak orang. Mereka mempersiapkan segala sesuatunya sedemikian epic dengan waktu yang terbilang cukup lama. Ini menunjukkan begitu besar nya pengaruh tontonan bagi masyarakat luas. Usaha yang besar tentu saja akan membuahkan hasil yang juga besar, yakni mempengaruhi dan membumikan gaya hidup seperti yang mereka tampilkan.

Contohnya kontes kecantikan, makin sering melihatnya maka standar kecantikan yang kita pahami, bisa jadi terpengaruh dengan apa yang sering kita tonton. Bahwa cantik itu harus yang tinggi, putih, hidung mancung, ya begitulah. 

Ini tidak salah memang. Tapi yang ingin saya tanyakan disini adalah apa yang sering menjadi tontonan kamu?

 3. Lingkungan / Circle Pertemanan 

Setiap orang di kehidupan kita pasti memiliki pengaruhnya sendiri, sekecil apapun itu. Kalau di lingkungan keluarga kita akan mengambil nilai-nilai yang kita percaya. Jika seseorang hidup di lingkungan keluarga yang memiliki kebiasaan minum sambil duduk pasti akan melakukan hal yang sama karena itu adalah hal yang sering dia lihat, kebiasaan-kebiasaan yang sering di lakukan oleh orang sekitarnya.

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628). Begitulah berpengaruh dan pentingnya sebuah circle pertemanan.

Jika kamu berteman dengan orang yang suka musik, karena terbiasa kamu bisa saja jadi ikut-ikutan suka musik juga. Begitu juga jika kamu berteman dengan orang-orang yang biasa menggunakan kata-kata kasar, tanpa di sadari kamu akan terpengaruh untuk mengucapkan perkataan yang sama. Jika kamu berteman dengan orang-orang yang perangainya buruk, hati-hati tanpa sadar kamu bisa terpengaruh dan punya tabiat yang sama.

Jadi bisa di cek dari sekarang, lingkungan sekitar mu atau circle pertemanan mu apakah sudah baik, dan bisa menjadi penguat untuk dirimu melakukan perubahan?

Ternyata memang se berpengaruh itu kan?
Lalu solusi nya gimana sih?
Yap, segera cek dan ganti referensimu!

Sebagai seorang penerima atau orang yang menikmati informasi-informasi tadi kita bisa kembali memperhatikan siapa yang kita follow, apa yang kita baca dan kita tonton, serta di lingkungan seperti apa kita banyak menghabiskan waktu. Jika kesemuanya tidak memberikan dampak positif bagi hidup kita, tidak memberikan manfaat, tidak menjadikan kita melakukan kebiasaan-kebiasaan baik atau malah memberikan dampak yang negatif maka sudah saatnya kita mengganti referensi tersebut.

Sebagai seorang penulis atau content creator kita harusnya lebih pandai untuk memilih dan memilah bahan yang akan kita jadikan sebagai tulisan, atau tontonan. Ambil peran sebaik mungkin untuk menjadi bagian dari orang-orang yang memberikan informasi-informasi yang bermanfaat juga bernilai kebaikan untuk orang lain. Semakin banyak informasi tentang kebaikan maka semakin kita bisa menggusur yang tidak baik.

Ketika kita memilih untuk diam dan membiarkan saja, maka informasi-informasi yang tidak baik itu bisa saja semakin berkuasa di media ini. Maka jadikanlah media sebagai sebuah sarana untuk berbagi kebaikan, menyebarluaskannya dan membuatnya menjadi lifestyle yang lebih sehat untuk masyarakat luas.

Informasi-informasi itu akan selalu datang dalam kehidupan kita, kita tidak bisa mencegah tapi kita bisa untuk memilah mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk di pelajari lebih dalam dan mengaplikasikan nya dalam kehidupan sehari-hari.

Semakin banyak kita mendapatkan informasi yang baik, tentu saja ada kemungkinan yang lebih besar untuk kita menjadi orang yang lebih baik. Sebaliknya, semakin banyak kita mendapatkan informasi yang buruk, semakin besar pula kemungkinan kita untuk menjadi orang yang lebih buruk. 

Life is a choice, sekarang pilihan ada di tanganmu!

Komentar

  1. pikiranku traveling dengan judulnya yang click bait, keren :)

    BalasHapus
  2. Kalimat dan paragraf pembuka membuatku terus membaca hingga titik terakhir. Salam odopers kakak.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Depresi

Memandang Langit

Untukmu, Dari aku