Paham Tentang Perempuan
Menilik kembali ke belakang kala itu mengubur bayi perempuan hidup-hidup sudah biasa di lakukan karena memiliki anak perempuan adalah suatu kehinaan, saking rendahnya mereka yang laki-laki bisa saja mewarisi istri ayahnya bahkan bisa mengawini ratusan perempuan. Kemudian Islam datang dengan epic mengangkat derajat perempuan bersama ketentuan yang mengistimewakan, perempuan dimuliakan, di janjikan surga atas ketakwaannya. Tak hanya itu Islam datang mengakui hak-hak nya dan menghapuskan praktik tentang perkara-perkara yang merugikan perempuan.
Setelah sempurna nya Islam, ternyata muncul paham yang katanya menuntut hak dengan teori-teori yang tak masuk akal. Dulu, perempuan memperjuangkan hak mereka agar tak dihinakan, menuntut hak-hak nya agar tak di rendahkan. Sekarang perempuan dengan rela merendahkan dirinya sendiri. Mendefinisikan diri mereka sesuai dengan keinginan mereka sendiri "Tubuhku tubuhku, terserah diriku" katanya. Lalu dengan mudahnya dia menampakkan apa yang tidak pantas untuk di tampakkan. Ada saja yang mendukung paham ini, Menyenangkan tentu saja bagi yang tak beriman. Ketika bisa melihat sesuatu yang awalnya tak bisa mereka lihat, bebas dan sesuka hati.
Nyatanya teori memang tak sesuai fakta, tujuan awal adalah kesetaraan akhirnya berlanjut menjadi kebablasan. Ah ternyata setan memang mudah sekali memperdayakan manusia. Sebab itulah, bagi para muslimah hendaknya tak rela untuk kalah dengan bisikan-bisikan setan. Tak rela untuk menghinakan dirinya yang sudah begitu di muliakan. Tak mengikuti paham dengan teori seolah benar tapi menyesatkan.
Zaman akan semakin maju, pemahaman macam ini harusnya tak bisa mengubah ketetapan hati kita kepada aturan Islam yang tak lekang di makan waktu, harusnya semakin membuat kita untuk lebih giat menambah ilmu, tak sebatas pengetahuan tapi juga ilmu yang semakin menguatkan keyakinan. Harusnya yang seperti ini semakin meningkatkan semangat kita menata diri, menjadi sebaik-baik pengajar kelak kepada generasi selanjutnya. Membangun peradaban yang di dasari dengan nilai-nilai kemuliaan Islam, mulai dari petak terkecil di lingkungan keluarga.
Tak apa sedikit peran sebab yang sedikit kalau banyak yang melakukan tentu akan menuai hasilnya. Semangat meningkatkan kesadaran, sebab aturan Allah sudah pasti paling presisi untuk menjalani setiap lini kehidupan.
Komentar
Posting Komentar