Busway & Perjalanan Kehidupan
Aku menaiki bus dengan satu tujuan, ku pandangi jalan lewat kaca yang bening dan lebar itu
Aku sudah tau harus pergi kemana, ada dia yang harus ku temui dan aku juga ingin sekali pergi ke sana. Soal jalan nya itu menjadi pilihanku sendiri, terserah aku mau memilih rute yang mana yang penting aku harus sampai ke tujuanku sebelum malam tiba.
Sekarang aku di halte transit, sudah ku baca beberapa petunjuk yang bisa membawa ku ke tujuan ku, bus apa yang harus ku naikin selanjutnya, aku sudah tau. Tapi bangunan di seberang halte sana benar-benar mencuri perhatianku, di sana juga banyak orang yang singgah, entah berfoto atau melihat luasnya kota dari atas gedungnya. Aku penasaran, ku singgahi sebentar saja, mungkin tak apa pikirku
Ternyata, disini benar menyenangkan. Aku menikmatinya hingga hari menjelang sore matahari sudah jingga dan aku melupakan sesuatu. Tujuanku.
Aku bergegas, karena ternyata perjalanan ini bukan hanya milik diriku. Ada hal lain yang menungguku , ada hal lain yang harus ku selesaikan, ada waktu yang tak bisa menunggu lebih lama untuk sekadar bersantai. Tapi apa aku masih punya waktu untuk sampai tujuan?
(✿✿✿)
Katanya hidup itu layaknya sebuah perjalanan. Mungkin jauh mungkin juga dekat. Bisa lama, bisa juga sebentar. Dan perjalanan hidup ini juga seperti naik bus kadang berhenti cuma buat transit terus pindah ke bus lain biar bisa sampai ke tujuan dengan rute yang benar.
Di dalam bus, kita gak selalu beruntung dapat tempat duduk. Kalaupun dapat, bisa jadi gak selamanya karena kadang kita juga harus ngalah sama yang lebih tua atau lebih tepatnya sama yang lebih membutuhkan.
Capek memang kalau terus-terusan berdiri apalagi kalau bawa tas yang berat, kadang ada juga yang ngerasa kesel pas udah dapet kursi tapi harus ngalah sama yang lain. Ada yang pura-pura gak tau, ada yang pura-pura tidur sampai di tegur sama petugasnya. Kalau sudah begini, ya malu.
Capek memang, apalagi kalau lagi lampu merah dan macet. Suara klakson sahut-sahutan banyak yang gak mau ngalah. Padahal lampu merah bisa buat merenggangkan otot sang sopir, istirahat barang semenit untuk setelah nya kembali berjalan. Padahal kita cuma disuruh sabar sebentar ngasih jalan buat yang lain, karena jalannya bukan punya kita.
Di dalam bus, ada pegangan biar gak jatuh pas bus nya ngerem mendadak. Kalau gak pegangan? bisa sih kalau kaki kamu kuat nahan beban sendiri, cuma mau gak mau ada saat kamu juga akan meraihnya karena kamu butuh.
Dan dari sebuah perjalanan ini. Apa yang sudah kamu pahami?
Tujuan kita mempengaruhi jalan yang akan kita tempuh. Kalau sudah punya tujuan kita tinggal cari tau rute nya. Ada pilihan-pilihan yang akan membawa kita ke tujuan dan tentunya harus di jalani, mau sesulit apapun itu. Karena gak ada yang instan, mie instan aja harus di masak dulu kan? Kalau mau sampai tujuan dengan instan ya ngilang. Tapi kamu bisa ngilang gak? Pasti ada pilihan yang harus di jalani dan semua pilihan itu punya resiko nya masing-masing.
Hidup di dunia ini gak selalu dapat kedudukan dan apa yang kita inginkan, kayak di bus yang juga gak selalu dapat tempat duduk. Makanya, kalau anda gak kaya atau hidup nya pas-pasan padahal sudah berusaha mati-matian ya gakpapa, cuma dunia kok, nanti juga kita tinggalin. Kalau di bus, gak dapet tempat duduk gimana? Ya gakpapa, kan gak selamanya. Nah sama dunia ini juga gak selamanya.
Kadang ada juga yang pas sudah dapat tempat harus rela kalau akhirnya Allah mau ngambil, karena memang sudah habis waktunya atau karena memang bukan hak kita.
Kita lihat orang lain senang hidup nya, tapi kok kita begini banget ya? Kita lihat orang lain masalahnya gak seberapa, tapi kok masalah kita berat banget ya. Sama kayak di busway, kita berdiri yang lain duduk. Kenapa? Karena kita di anggap mampu.
Capek memang apalagi kalau jalan hidup lagi macet dan stuck di situ aja, rasanya kok lama banget ya, kayak gak bakal sampai ke tujuan. Tenang, kita cuma di minta sabar. Kan sudah tau kalau macet gak akan selamanya, semua akan kembali berjalan sebagaimana mestinya.
Capek memang, kalau harus terus-terusan bawa beban yang berat banget, makanya dalam hidup ini biar gak jatuh ya harus ada pegangan. Cari tempat bersandar yang paling baik. Siapa? Allah.
Dunia ini memang tempat berletih-letih
Sedih dan bahagia datang silih berganti
Ketika bahagia kita mensyukuri
Ketika berduka kita mencari tempat bersandar yang paling baik
Dan sebaik-baik tempat bersandar
Dialah Allah Yang Maha Besar
Allah gak akan menguji hambaNya kecuali hambaNya itu mampu melewati nya. Yang ini bisa baca di tulisan sebelah "Ujian tanda Cinta dari Allah" hehe
Dunia ini bukan punya kita, dunia ini punya Allah. Terus kenapa banyak dari kita yang haus untuk menguasai semuanya? Sampai berani lewati jalan yang salah, mau kaya tapi korupsi. Kalau mau cepat ngambil jalur kendaraan lain, hak nya orang lain. Ya siap-siap makin macet. Siap-siap makin susah.
Dunia dengan segala keindahannya yang sementara, kadang bisa buat kita lupa sama tujuan awal hidup ini untuk apa. Berbagai macam godaan datang kepada kita, dengan tawaran-tawaran yang menggiurkan dan kalau kita menenggelamkan diri dalam gemerlapnya dunia? ya siap-siap habis waktu dan gak bisa sampai pada tujuan.
Menikmati dunia saja, hingga lupa kalau akhirat tempat kembali menjalani kehidupan yang paling nyata dan selamanya. Menikmati dunia, hingga lupa kalau perjalanan ini ada batas waktu berakhirnya. Jangan ya~
Iya ... hidup ini perjalanan...mau jalan model apa kita yg pilihkan atas ijin yg di atas
BalasHapusHidup ini memang perjalanan, untuk berletih-letih. Karena istirahat sesungguhnya seorang muslim, saat kakinya sudah di depan pintu surga
BalasHapusMangkanya sering sekali mendengar jika tempat beristirahat yang abadi adalah saat di akhirat kelak.. terimakasih sudah menuliskan ini kak..
BalasHapussepakat, kita hanya transit di dunia ini, ada tempat kembali abadi yang menunggu kita. thanks for sharing
BalasHapusNgena banget. Kadang keindahan bikin kita lalai pada tujuan awal kita. Saya tersentuh, terima kasih atas tulisan yg bagus ini
BalasHapushidup cuma numpang duduk, sesampai di tujuan, apa masih ada yang akan kita lakukan.
BalasHapusSaya kok suka dengan pengibaratannya. Terima kasih sudah menulis ini.
BalasHapusYes..sangat inspiratif dan menarik tulisannya.
BalasHapusBalik mengingat tujuan awal Hidup kita
BalasHapus