Postingan

Luka

Badai kemarin telah berlalu Meninggalkan bekas luka di kaki ku. Belum sembuh, jiwaku masih saja luruh.   Aku belum bisa berjalan sempurna Pikiranku masih mengeja kenangan yang belum punah. Tangisku masih terdengar lirih sebab aku memilih sendiri.   Sebelumnya. hatiku penuh melihat terangnya lampu-lampu jalan Senyumku merekah melihat indahnya langit malam Hela nafasku ringan menatap luasnya lautan   Benar kiranya, dimana ada musim yang tidak berganti , waktu yang diam, dan keadaan yang tidak akan pernah berubah.   Tersebab apa kita begitu mudah mengingat hal-hal menyakitkan. Tersebab apa kita kembali mengorek luka yang harusnya sudah terkubur dalam.   Kenapa kita menjadi takut dengan masa yang pernah kelam.   Bukankah kita sudah tidak lagi hidup disana?   Trauma, sempat terdengar asing di telinga. Hingga menjadi akrab dan melekat.   Takut semua terulang Karena nya tidak siap kembali berjuang.   Untuk luka, tol...

Selamat Malam, Langit

Gambar
Selamat malam langit, Malam ini ku kabarkan padamu Hujan mu sampai di atap kamar ku Mengetuk-ngetuk memberi dingin Menusuk ku Selamat malam langit, Malam ini ku ceritakan padamu Dingin hujan mu membuat ku kaku Maaf, untuk sehari ini Kau sedang tak ku senangi Selamat malam langit, Besok pagi semoga aku masih ada Semoga kau berubah cerah Semoga kita masih bisa berdua Bersama

Depresi

Gambar
Secangkir teh yang tak lagi di buat Dan semut yang kehilangan harapan Kamar yang terus-terusan gelap Dan hati yang penuh dengan kekosongan Fokus yang hilang Perasaan yang tak lagi sehat Kaca yang berdebu Dan pantulan nya yang rancu Suara nyanyian tak lagi indah Makna dan tujuan jadi gusar Di usir dari sepetak kamar Yang di penuhi dengan pikiran kacau Pulang, kata hati Bertahan, kata akal Kau belum siap mati, kan? Belum, jangan dulu

Peluang

Gambar
Banyak peluang yang bisa di ambil dalam hidup ini, bagi seorang muslim setiap hembusan nafasnya menyimpan banyak peluang pahala. Hidup di bumi artinya kita ada di antara banyak manusia yang kemudian saling mengenal, bercengkrama, mengajari dan mencintai. Mereka semua adalah peluang, peluang kebaikan yang Allah hadirkan. Setiap peluang tentu saja perlu untuk di cermati, bukan di lihat sekilas lalu di abaikan. Orang-orang yang mungkin pernah menyakiti mu adalah peluang pahala. Ketika kamu menjadi sabar karena perlakuannya, ketika kamu membalas setiap yang dia lakukan dengan kebaikan, ketika kamu ikhlas. Orang-orang yang mencintai mu adalah peluang pahala. Ketika kamu menjadi bersyukur karena hadirnya, berdoa untuk kebaikannya, menghargainya, berlaku baik kepada nya. Orang-orang yang pergi dari hidupmu menjadikanmu insan yang tak lagi terikat dengan manusia. Menjadikan mu manusia yang legowo karena ikut aturan Tuhan. Cukup lisan berucap Innalillahi wa innalillahi roji'un m...

Thank You One Day One Post

Gambar
Target satu hari satu postingan itu sudah satu bulan saya jalani. I'm proud of myself karena gak pernah hutang tulisan walaupun kadang ada drama-drama males, gak punya ide, gak mood atau lagi ada kerjaan lain. Kali ini saya mau nulis dengan santai, gak ikut aturan dan acak-acakan saja. Sejenak jadi bodoamat dan gak peduli dengan bahasa yang di campur antara baku dan tidak baku, puitis atau biasa aja. Nyatanya kadang kita juga butuh menulis dengan suka-suka, yang penting isi nya bukan ajakan keburukan ya gak masalah. Komunitas adalah tempat berkumpul orang-orang dengan minat yang sama. Kemarin saya sempat merasa sendirian, hari ini saya punya banyak teman. First time ikut one day one post saya pikir kita cuma di suruh nulis tiap hari, ternyata lebih dari itu. Banyak ilmu, banyak pengalaman, banyak semangat yang di berikan dan ini yang paling saya suka. Di kelilingi orang-orang baik, itu enakeun. Kalian yang suka nulis perlu coba kenalan sama odop, ini teh serius. Katanya...

In Another Time A Different Place

Gambar
Menyerah adalah kata yang tidak mudah terucap tapi aku mengatakannya, aku memutuskan untuk menyakiti diriku sendiri. Imanku tidak kuat dan hatiku tersentak. Aku dimatikan oleh keinginan ku sendiri, seperti enggan bunuh diri tapi tetap terbunuh juga. Aku merasa menjadi manusia yang paling berambisi sekaligus paling gagal ketika mendapati kenyataan tidak sesuai dengan keinginan. Semua tampak mengecewakan, sepenuhnya. Aku rapuh, rasanya ingin mati saja. Aku merasa tidak ada yang paham akan diriku, bahkan aku sendiri tidak bisa mengerti. Mencerna kejadian yang datang secara tiba-tiba dalam waktu singkat bukan keahlian ku, aku tidak bisa. Tanpa sadar kekacauan ini menjadikan ku manusia yang terus menerus mencari alasan. Mencari sebab kenapa semua ini terjadi. Aku mencari hal yang bisa meredakan segala keresahan, aku ingin tenang tapi tidak juga ku temukan yang ada aku hanya mengeluhkan. Pencarian alasan itu tidak juga selesai, akhirnya aku memaksa pulang apa yang belum mau ...

Self Healing - Sembuhkan Dirimu, Kamu Dokternya

Gambar
Saya menulis ini sambil duduk di temani cahaya matahari pagi yang menghangatkan, sesekali merasakan setiap hembusan nafas sambil memejamkan mata. Menyadari bahwa saya sedang ada disini, menulis dan berbagi. Atas luka lama, saya berterimakasih saya bersyukur karena Allah pernah membuatnya ada. Disini, sekarang saya menyediakan ruang untuk menerima banyak ketidaksempurnaan dari diri sendiri bukan untuk di biarkan terus menetap tanpa perubahan tapi sekadar mengajak diri untuk lebih sadar, bahwa segala kesalahan adalah manusiawi, pun orang lain yang mungkin pernah menyakiti diri. Mereka juga manusia. Kita seringkali ada dalam kekacauan yang nyata, mengentaskan segala bahagia dan menjadikannya seolah tidak pernah ada. Kita ada di dalamnya, di suatu kejadian yang memberatkan pundak, menyekat pikiran, merumitkan kebahagiaan yang harusnya sederhana. Kita di buat berantakan oleh sebuah masalah, tak sadar dia membawa pergi banyak tujuan, membawa lari kesehatan pikiran. Ya, kita se...