Saya menulis ini sambil duduk di temani cahaya matahari pagi yang menghangatkan, sesekali merasakan setiap hembusan nafas sambil memejamkan mata. Menyadari bahwa saya sedang ada disini, menulis dan berbagi. Atas luka lama, saya berterimakasih saya bersyukur karena Allah pernah membuatnya ada. Disini, sekarang saya menyediakan ruang untuk menerima banyak ketidaksempurnaan dari diri sendiri bukan untuk di biarkan terus menetap tanpa perubahan tapi sekadar mengajak diri untuk lebih sadar, bahwa segala kesalahan adalah manusiawi, pun orang lain yang mungkin pernah menyakiti diri. Mereka juga manusia. Kita seringkali ada dalam kekacauan yang nyata, mengentaskan segala bahagia dan menjadikannya seolah tidak pernah ada. Kita ada di dalamnya, di suatu kejadian yang memberatkan pundak, menyekat pikiran, merumitkan kebahagiaan yang harusnya sederhana. Kita di buat berantakan oleh sebuah masalah, tak sadar dia membawa pergi banyak tujuan, membawa lari kesehatan pikiran. Ya, kita se...