Good Looking & Kentang Bukan Dari Persepsi Orang Lain
Belakangan ini banyak sekali bahasan tentang good looking. Tak jarang juga ada yang membeda-bedakan atau membanding-bandingkan antara yang satu dengan yang lain. Jika di artikan secara garis besar good looking ini memang artinya cantik, ganteng / tampan, menarik juga bagus di lihat.
Good looking adalah anugerah dari Tuhan kepada siapa yang Dia kehendaki. Kalau di lihat dari bentuk rupa saja, memang ada orang-orang yang beruntung karena mempunyai wajah yang cantik, hidung mancung, kulit putih, badan tinggi dan langsing.
Bersamaan dengan itu muncul juga beberapa hastag tentang "Kentang". Ini kebalikan dari good looking tadi, ialah mereka yang merasa tidak percaya diri akan apa yang sudah Tuhan beri atau mereka yang sekedar ikut-ikutan tren saja biar tak di anggap kudet atau kurang update. "Aku kan kentang" katanya.
Tidak ditakdirkan menjadi good looking, nyatanya membuat beberapa orang justru mengeluhkannya. Siapa sangka wajah yang akan dibenamkan di dalam tanah menjadi begitu penting di dunia.
Ada yang di bully hanya karena tidak good looking, sedangkan yang good looking biarpun salah tetap saja dieluh-eluhkan, begitu katanya.
Persepsi cantik sebenarnya berbeda-beda, beda tempat beda pula makna "cantik" yang di dekap oleh manusianya. Misalnya tradisi-tradisi beberapa abad lalu yang menganggap bahwa yang cantik ialah mereka yang telinganya panjang, ada yang mengganggap cantik ialah mereka yang lehernya panjang seperti di suku Kayan atau yang kecil kaki nya seperti di china.
Ada juga suku Amazon yang mentato seluruh tubuh dan wajahnya supaya dibilang cantik, masyarakat Mauritania yang menganggap bahwa gemuk itu cantik, juga cantik jika punya bibir piring atau lip plate bagi suku Mursi di Ethiopia.
Pandangan banyak orang atau persepsi ini di lahap dan tenggelam dalam pemikiran masyarakatnya hingga mereka berlomba-lomba untuk mengecilkan kaki nya, memanjang lehernya atau menggunakan anting sebanyak-banyaknya agar telinga menjadi panjang.
Ketika di Indonesia kita mungkin di anggap cantik, entah di belahan dunia mana kita akan di anggap biasa saja. Disini lah pentingnya mengganti persepsi cantik itu sendiri, yang ketika orang lain tidak melihat kita sebagai seseorang yang good looking dalam artian fisik saja, kita tetap merasa good looking jauh di dalam jiwa, membawa karakter cantik yang tak harus serupa dengan yang lainnya.
Iklan kecantikan juga memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk persepsi seseorang, apa yang di tampilkan layaknya sebuah kesempurnaan, padahal apa yang ada di baliknya belum tentu sesuai dengan yang terpanjang di layar kaca. Inilah yang di namakan usaha, by design, ketika seseorang menganggap cantik adalah seperti ia yang di tampilkan maka orang tersebut akan membeli produk yang di tawarkan.
Lalu bagaimana Islam memandang manusia yang katanya "Good Looking" dan "Kentang" ini?
Saya juga tidak paham bagaimana awalnya hingga kemudian dua kata ini begitu populer di kalangan anak muda. Jika bicara mengenai Islam, tentu Allah tidak akan memandang seseorang dari bentuk rupa nya saja.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim).
Ada banyak aspek yang sering di lupa, bukan tentang penampilan fisik saja. Lebih dari pada itu, memang tidak yang salah jika kita menjadi manusia yang ingin menjaga tapi yang menjadi salah adalah saat kita menjadikan penampilan lahiriyah sebagai fokus utama.
Good looking dan kentang bukan berdasarkan persepsi orang lain.
Persepsi orang tentang kecantikan selalu berubah dari masa ke masa. Jika kamu di anggap cantik atau jelek sekarang tentu tak akan bertahan lama karena waktu terus berjalan dan kita tentu nya akan menua. Semakin lama dan berkembangnya pemikiran mungkin definisi cantik itu sendiri akan menjadi tidak terbatas.
Begitu banyak contoh tentang besarnya pengaruh persepsi dalam membuat seseorang melakukan sesuatu, tidak peduli jika itu menyakitkan yang ada dibenaknya adalah mengikuti apa yang orang lain persepsi kan.
Sebagaimana persepsi mungkin akan berubah dari masa ke masa karena itulah cantik tidak harus sesuai dengan persepsi orang lain, menjadi diri sendiri dengan karakter "cantik" yang melekat tentu saja lebih penting.
Temukan persepsi mu sendiri tentang seperti apa good looking dan kentang yang sebenarnya.
Komentar
Posting Komentar