Adaptasi Kebiasaan Baru di Bidang Literasi
Sudah berapa bulan sejak di umumkan nya Covid-19 muncul di Indonesia dengan perbincangan yang tak ada habisnya. Kondisi ini akhirnya membatasi ruang gerak kita dari yang tadi nya bebas kemana-mana jadi kemana-mana gak bebas. Yang awalnya bebas bersama-sama akhirnya bersama-sama secara online saja.
Pandemi bukan suatu alasan untuk bermalas-malasan, di rumah aja bukan suatu pembenaran untuk tidak melakukan aktivitas produktif.
Pilihan kita berbeda-beda akan digunakan untuk apa waktu luang yang tersedia, ada yang sibuk belajar memasak melatih skill biar gak malu di depan mertua, ada yang sibuk stalking mantan terbelenggu dengan masa lalu, tidak ada kesibukan justru membuatnya menjadi halu. Manusia harusnya bukan hanya bertumbuh tapi juga berkembang, setiap hari menjadi lebih baik. Salah satu caranya dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan baru dan yang harus kamu coba adalah dengan banyak membaca, ya literasi.
Adaptasi tak selalu mudah, selalu ada usaha. Bosan menghasilkan kebiasaan menunda-nunda tapi tak perlu gundah, yakinkan saja bahwa literasi menjadikan bertambahnya pengetahuan diri adalah hal yang tidak akan disesali. Mengambil keputusan yang tidak akan disesali tentu saja sebuah keberhasilan.
New normal katanya, setelah semua ini berakhir kira-kira berapa banyak kebaikan yang sudah kamu dapatkan. Tentang pemikiran baru yang menjadikan mu pribadi yang lebih baik dan berwawasan. Masih ada waktu sampai hal ini menjadi sebuah kebiasaan yang mudah untuk dilakukan. Kebiasaan baru untuk hidup lebih sehat bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan dan menjaga pikiran sehat bisa didapatkan salah satunya dengan banyak membaca.
Kita ingin kembali produktif melakukan aktivitas seperti biasanya, tapi perubahan dan peralihan dari yang banyak mempunyai waktu luang menjadi kembali dengan beragam kesibukan bukan suatu alasan untuk berhenti melakukan kebiasaan yang sudah memberikan banyak kebermanfaatan. Yang baik tak perlu dihentikan, meski hanya satu bacaan dalam satu kesempatan. Aktivitas yang mungkin kembali normal harusnya tak menyurutkan semangat kita untuk tetap menambah banyak pemahaman. Iya kan?
Komentar
Posting Komentar