Selangkah Ke Depan Selangkah Meninggalkan Masa Lalu

Luka adalah hal yang tidak ingin kita rasakan tapi dia juga tidak bisa di hindari. Hadirnya kadang membuat diri menjadi insan yang merasa paling tersakiti di dunia ini.

Melangkah adalah sebuah pilihan yang ingin sekali di jalani, tapi rasanya berat sekali berjalan ketika pundak masih menanggung banyak beban. Kadang kala kita juga bertanya, kenapa ya begini? Rasanya aku tak pernah selesai dengan masa lalu bahkan tak juga selesai dengan diriku sendiri.

Menyembuhkan diri tentu saja tidak mudah, benar kata orang kalau sakitnya masa lalu ibarat paku yang ditancapkan di kayu yang ketika di lepas lukanya tetap saja membekas.

Ada beberapa hal yang sempat aku lakukan, untuk mencari motivasi agar bisa kembali bangkit. Mengeksplorasi diri dan memanfaatkan apa saja yang sudah Allah beri.Sebenarnya luka masa lalu itu menghasilkan cemas, trauma dan berpikir berlebihan.

Kita seringkali ingin sembuh dengan cepat, namun karena itulah kita sembuh hanya sebentar dan kembali mengingat peristiwa-peristiwa kelam, tak perlu tergesa-gesa dalam menjalani sebuah proses penyembuhan karena cepat belum tentu tepat, nikmati saja prosesnya karena di balik proses kita pasti menemukan kebaikan sebagai hasilnya.

Percayalah kalau masa lalu hanyalah cerita usang dan carilah satu alasan untuk meredakan jiwa kita. Sekarang tanya saja pada hatimu apakah tidak ada satu alasan saja yang bisa kamu terima untuk meredakan sakitnya?

Berantakan? aku juga pernah merasakannya hidup tak beraturan, pikiran rumit layaknya benang kusut. Tapi ternyata berantakan itulah yang menghadirkan kesempurnaan, sempurna itu hadir karena terus-terusan berusaha untuk membenahi diri bukan menyalahkan takdir.

Kita akan berjalan mantap ketika kita tidak lagi membawa beban yang memberatkan, tinggalkan saja cukup ambil kebaikan yang ada di dalamnya. Coba untuk meletakkan beban itu sejenak, beri jeda pada pikiranmu yang kau paksa untuk berpikir keras karena ia juga butuh istirahat, beri jeda pada hatimu yang pilu karena ia ingin sembuh tanpa paksaan, karena semakin di paksa semakin sakit tentunya.

Hidup sering kali memaksa kita untuk selalu kuat dan kadang kita juga harus siap terluka dalam menjalaninya.
Banyak yang harus di hargai dalam hidup ini, banyak yang harus di pelajari juga. Kadang apa yang kita anggap tidak baik justru yang paling baik untuk kita.

Banyak yang bisa datang dalam hidup ini, banyak juga yang tiba-tiba pergi. Ternyata yang menetap justru yang awalnya kita kira tidak sejalan dengan pemikiran kita.

Kita akhirnya belajar dari hal yang tidak ingin kita baca dan dengar sedikit pun. Dari hal yang awalnya kita benci yang akhirnya jadi yang paling bisa kita syukuri. Dari yang tidak ingin kita kenal sampai akhirnya jadi yang tidak ingin kita lupakan.

Kita pernah menyesal atas sebuah keputusan menjatuhkan diri pada hal yang kita anggap sudah benar-benar baik, lupa kalau yang berlebihan itu banyak tak baiknya. Sudah ya, yang sedang-sedang saja.

Saat berada di titik terendah dalam kehidupan, ingatlah bahwa selalu ada harapan bagi jiwa-jiwa yang tak lelah mencoba, berusaha juga melangitkan doa.

Sekarang saatnya kembali berjalan, selangkah ke depan selangkah meninggalkan masa lalu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Depresi

Memandang Langit

Untukmu, Dari aku