Memandang Langit
Mungkin langit yang jauh itu tidak tahu, ada insan yang memandangnya dengan terpukau.Tenang karena dia masih ada di sana, bersyukur karena masih bisa melihatnya. Mungkin langit yang jauh itu tak mau sadar, di bawah sini ada yang benar-benar suka padanya. Mungkin langit yang jauh itu tak akan paham, tak peduli mendung atau cerah, ada yang menganggapnya selalu saja indah.
Malam itu ku pandangi langit dengan hati haru membeku, dengan sesak jiwa karena kecewa, dengan air mata yang ku tahan agar tak tumpah ruah.
Semesta menyimpan banyak cerita yang katanya setiap anak manusia adalah pemeran utama bagi kisahnya sendiri. Aku yang kala itu sebentar lagi pergi, meninggalkan kotamu dan semua mimpi yang baru saja dijalani, ternyata rasanya sangat sulit.
Satu dari sekian pertanyaan ku waktu itu adalah "apa semua akan baik-baik saja?" aku juga tak paham apakah itu hanya pertanyaan atau sebuah lintasan keraguan tentang kekuasaanNya.
Tapi ternyata memandang langit bisa menjadikanku tenang dalam sesaat. Kita selalu mencari tanda-tanda dan kita selalu ingin diyakinkan tapi kita tak paham ternyata untuk mendapatkannya kita cukup melihat langit, melihatnya dengan hati.
Ia yang kalau siang warna nya biru, warna yang paling pas dan tidak menyakitkan mata. Ia ada di sana tanpa cacat sedikitpun, selama 21 tahun hidup ini ia tak pernah berubah dan ia tak pernah bosan dengan perannya.
Orang-orang yang sibuk tidak sempat melihat langit apalagi untuk merenunginya, dan aku tidak ingin jadi bagian dari mereka.
Ia ada di sana tanpa tiang penyanggah, ia kokoh dan melindungi, duhai siapa lagi yang bisa menciptakan sesuatu yang luar biasa seperti ini. Jika menahan langit agar tak runtuh saja mudah bagiNya, bagaimana mungkin ujian hidup sekecil ini Dia tak punya obatnya.
Ternyata semua keindahan ini diciptakan sebagai tanda-tanda
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,"
(QS. Ali 'Imran : 190)
Maka benarlah bahwa memandang langit adalah satu dari sekian banyak nikmat yang diberikanNya agar aku bisa mengambil hikmah dari setiap apa yang sudah diciptakanNya.
Ikut takdir Allah selepas berusaha adalah keputusan yang melegakan. Aku bahagia, bukan karena semua keinginan akhirnya jadi kenyataan tapi karena penerimaan akan apa yang memang tidak bisa digenggam.
Komentar
Posting Komentar