Sekali Lagi Tentang Belajar

Belajar ada pada proses bukan pada hasil, belajar ada ketika kita menjalani sesuatu, mengerjakan dan rela menjadi pusing karena nya. Belajar adalah ketika kita berusaha mengerti dan memahami hal-hal baru yang tidak pernah kita duga sebelumnya.

Belajar itu tak sebentar bahkan katanya memegang pena sampai akhir hayat adalah tujuan. Karena setiap proses pembelajaran menuju kebaikan akan menghasilkan kebaikan maka tak perlu terburu-buru untuk sampai pada akhiran. Karena setiap proses belajar menjadikan kita pribadi yang terbentuk maka tak perlu tergesa-gesa untuk mendapatkan hasilnya.

Belajar itu kebiasaan, melekat pada jiwa-jiwa yang haus akan ilmu. Dia bukan beban tapi dia adalah sebuah kebutuhan, dia bukan kenangan masa lampau yang menyakitkan jadi tak perlu di tinggalkan, dia adalah bukti cinta, bukti bahwa seseorang mencintai dirinya sendiri adalah dengan belajar.

Ketika memilih untuk belajar artinya kita bersedia untuk di menjalani ujian, tingkatan belajar setiap orang tidak sama begitu juga ujiannya. Belajar adalah latihan dan ujian adalah sesuatu yang ditujukan untuk mengulang latihan. Belajar artinya kita memilih sanggup melakukan hal yang sama berkali-kali, termasuk kesusahan berpikir yang tak berakhir.

Belajar berarti kita tidak takut mengalami kegagalan juga mempersiapkan diri untuk menuju tingkat yang lebih tinggi dan ketika sampai pada tingkat tersebut kita akan di uji dengan ujian yang lebih sulit. Belajar tak ada henti, maka tak ada alasan untuk berhenti bersemangat belajar dan memperbaiki diri.

Ada masanya para ilmuan yang genius tidak mengerti apa-apa. Tidak paham bagaimana cara membaca, bahkan tidak tahu yang mana A-b-c- dan -d. Tidak tahu bagaimana cara menghitung juga menulis.

Ada masa nya mereka belum paham tentang berbagai macam teori yang saat ini ada. Sebagai mana kita tau, bahwa Thomas Alva Edison selalu mendapat nilai buruk disekolah, hingga Ibu nya memberhentikan dan memilih untuk mengajarinya di rumah saja yang dia kemudian membaca buku dari berbagai bidang dan mendapatkan hasil penemuannya. 

Ada masa para ahli science memulai semuanya dari ketidakpahaman. Lalu belajar mengulang, gagal, jatuh, jatuh, jatuh, kecewa, berusaha, pusing, tidak paham, berusaha, gagal, dan berhasil karena tidak berhenti mencoba. Tidak lupa dengan semua keterbatasan yang ada. Gangguan pendengaran dan banyak lain nya.

Sekarang, coba pahami sebentar saja. Bahwa ketika kegagalan datang, dan kamu terus melangkah itulah yang dinamakan pembelajaran. Dari sebuah praktek yang nyata melatih diri dan otak jadi lebih kuat. Selamat menjalani hidup dengan belajar, jadikan ia sebagai teman hingga nanti sampai pada saat kita di kembalikan dan bahagia tersebab pahala yang di dapatkan dari giat nya kita belajar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Depresi

Memandang Langit

Untukmu, Dari aku