Antara Iman dan Hati
Ketahuilah di dalam raga ini ada segumpal daging, yang kalau ia baik maka baiklah segala yang ada di dalam diri ini, ketahuilah bahwa ia adalah hati
Hati punya peran penting untuk membentuk karakter seseorang. Orang yang hati nya baik perbuatannya baik, orang yang hatinya baik sikapnya baik dan orang yang hati nya baik tutur katanya juga baik. Walaupun sedang dalam keadaan yang tidak dia sukai, maka yang terlihat dari dirinya tetap yang baik-baik.
Hati itu letaknya di dalam diri, yang keluar dari mulut adalah apa yang ada di hati. Yang kemudian di lakukan adalah hasil "diskusi" antara pikiran dan hati.
Seorang muslim adalah muslim yang selamat orang lain dari perkataan dan perbuatannya. Seorang muslim mempunya iman di dalam hatinya, percaya dan yakin kepada pemilik semesta. Keimanan ini memberikan ketenangan dan keamanan.
Maka apabila ada orang yang yang memiliki iman tetapi masih rajin mencela satu dengan yang lainnya boleh jadi ada yang salah dari keimanannya dan apabila ada orang yang mencari rezeki yang tidak halal pasti ada yang kurang dari keimanannya, karena iman seseorang tidak akan mendorong dia untuk berbuat demikian.
Maka kalau kita adalah seorang muslim, orang yang mengaku beriman tunjukanlah nikmat keimanan itu lewat perkataan dan perbuatan yang baik juga lembut. Dimana pun kita berada tunjukanlah bahwa cukup dengan keimanan itu kita bisa menjadi aman.
Manusia mendambakan hati yang tenang, tentu saja. Tapi tidak ingat dengan yang memberikan ketenangan, ini yang jadi masalah.
Hati kita kadang kosong kalaupun terisi ia di isi penuh oleh kegelisahan, cemas dan rasa takut. Kenapa?
Ternyata kita hanya kurang mengingatNya, karena hanya dengan mengingatnya hati akan menjadi tenang.
Begitu pentingnya hati, hingga semua yang di jalani berkaitan dengan hati. Dasar penerimaan amal adalah keikhlasan dan ikhlas adanya di dalam hati, tidak mungkin hanya di otak apalagi sekedar terucap di lisan saja.
Hati itu bagian paling rahasia, cuma yang dititipkan hati dan yang menciptakannya yang tahu. Dan Allah Maha mengetahui segala isi hati. Dan Allah Maha mengetahui apa yang tersimpan di dalam hatimu. Ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada di dalam hatimu. Jika kamu sembunyikan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu nyatakan Allah pasti mengetahui nya. Berkali-kali di sebutkan dalam Al-Qur'an.
"Demikianlah Allah menurunkan ayat-ayatNya kepada mu agar kamu mengerti". Ada yang berusaha mati-matian mengerjakan suatu amalan tapi sia-sia karena hatinya berdusta. Karena yang kurang adalah hati. Maka menjaga niat di hati adalah pekerjaan yang harus selalu di ulangi. Maka berusaha merawat dan mengindahkan yang tersembunyi ini lebih penting daripada mengindahkan apa yang sekadar nampak dalam pandang manusia saja.
Ikhlaslah dalam kebaikan karena apa yang kita tanam itulah yang kita dapatkan. Sekecil apapun kebaikan pasti menghasilkan kebaikan pula. Manusia tidak akan menyesal karena pernah berbuat baik dengan orang lain. Yakinlah apa-apa yang sudah kita lakukan tidak akan sia-sia begitu saja
Tapi ketahuilah berharap balasan kebaikan dari manusia adalah hal yang tidak perlu kita lakukan. Karena apa? Ikhlas tersembunyi dan cepat dilupakan. Biarlah Allah yang mengatur, biarlah Allah yang memperhitungkan.
Jadi jangan pernah ragu. Jangan pernah ragu sekalipun kebaikan itu kita berikan untuk orang yang tidak memperlakukan kita dengan baik. Jangan pernah bosan sekalipun kebaikan itu dihadiahi dengan hal yang kadang malah tidak kita suka. Jangan pernah sekali-sekali lelah, biar keburukan saja yang menjauh. Biar hal yang tidak baik saja pergi meninggalkan kita. Kebaikannya jangan sampai hilang. Jaga terus dan berusaha lah
Di tulis dengan hati yang masih berusaha.
Komentar
Posting Komentar