Self Healing - Sembuhkan Dirimu, Kamu Dokternya

Saya menulis ini sambil duduk di temani cahaya matahari pagi yang menghangatkan, sesekali merasakan setiap hembusan nafas sambil memejamkan mata. Menyadari bahwa saya sedang ada disini, menulis dan berbagi.

Atas luka lama, saya berterimakasih saya bersyukur karena Allah pernah membuatnya ada. Disini, sekarang saya menyediakan ruang untuk menerima banyak ketidaksempurnaan dari diri sendiri bukan untuk di biarkan terus menetap tanpa perubahan tapi sekadar mengajak diri untuk lebih sadar, bahwa segala kesalahan adalah manusiawi, pun orang lain yang mungkin pernah menyakiti diri. Mereka juga manusia.

Kita seringkali ada dalam kekacauan yang nyata, mengentaskan segala bahagia dan menjadikannya seolah tidak pernah ada. Kita ada di dalamnya, di suatu kejadian yang memberatkan pundak, menyekat pikiran, merumitkan kebahagiaan yang harusnya sederhana.

Kita di buat berantakan oleh sebuah masalah, tak sadar dia membawa pergi banyak tujuan, membawa lari kesehatan pikiran. Ya, kita seringkali dijadikannya manusia yang tergesa-gesa berpikir tapi pikiran itu tidak pernah sampai kemana-mana. Dia hanya akan ada di sana mengangkat piala kemenangan, atas kita yang menjadikan keluhan sebagai fokus utama yang tidak pernah terselesaikan.

Self Healing adalah sebuah proses menyembuhkan diri sendiri, menjadi dokter untuk diri sendiri, mengandalkan setiap kekuatan diri dengan sepenuhnya agar bisa bangkit dari penderitaan. Ini tentang menerima ketidaksempurnaan dan membentuk pikiran positif juga memandang masalah dengan sudut pandang yang lebih luas.

Self healing mengajak kita mengenali setiap pikiran negatif dan perasaan di dalam diri sendiri, setelah itu baru kita bisa menguraikan satu persatu masalah yang menganggu pikiran dan perasaan tersebut. Self healing mengajak kita rileks, tenang, dan berkencan dengan setiap rasa yang ada. Bukan untuk mengingat masa lalu dan mengeluhkannya, tetapi memberikan waktu agar dia berbicara, menyadari bahwa dia sedang ada di sana.

Setiap kekacauan akan melahirkan kesempurnaan hanya jika kita mau untuk belajar. Tapi apakah kita tau cara menyembuhkan luka yang telah membatin?

Terlepas dari banyak teori yang ada, saya pikir setiap orang punya kemampuan dan cara nya sendiri untuk menjadi pribadi yang siap menerima kegagalan, kesalahan, kesulitan, dan bahkan kejadian terburuk di dalam hidupnya.

Ada beberapa langkah yang saya coba pahami dalam melakukan self healing untuk membantu menyembuhkan luka di masa lalu.


Sejenak berhenti

Ketika di rundung penderitaan, kita seringkali tergesa-gesa untuk pergi darinya. Kita ingin cepat sampai tujuan tidak peduli melewati jalan yang salah. Dengan pikiran takut, cemas dan kalut kita sekuat tenaga berjalan, meski gontai kita memaksakan.

Sesekali, cobalah untuk berhenti sejenak. Berhenti berpikir dan letakkan sejenak segala beban yang sedang di bawa. Ketika kita membawa batu yang beratnya 2kg dengan jarak sekian kilo tanpa beristirahat, kita akan merasakan pegal-pegal tentu saja. Berbeda ketika kita meletakkan batu itu sejenak, merenggangkan otot, mengumpulkan kekuatan untuk kemudian kembali berjalan.

Dari kesemuanya ini kita berusaha untuk berpisah sebentar dengan pikiran yang memberatkan, ibarat lampu merah kita ada di titik berhenti sejenak, ngulet, meregangkan otot dan menarik nafas. Kita berusaha untuk tidak selesai dengan segera, melainkan membiarkannya menunggu kita untuk siap berpikir dengan lebih tenang.

LDR - Lihat-Dengar-Rasakan

1. Melihat jauh ke dalam dirimu

Dalam keadaan yang sudah tenang, sudah beristirahat dan mengambil nafas, kembali lah ke diri sendiri. Temui rasa sakit dari masalah yang kemarin ada, dia masih menunggu dan belum selesai. Jangan lupakan, tetapi sembuhkan lah.

Kita tidak akan melupakannya tetapi kita menyembuhkannya. Pastikan kita tidak meninggalkannya begitu saja tanpa memberikan pelajaran yang nyata.

Jangan meninggalkan dan mengabaikan pikiran yang menganggu dengan melakukan banyak kesibukan karena dia bisa muncul lagi kapan dan dimana saja. Hadapilah dan selesaikan agar dia tidak berlama-lama ada di sana.

Lihat apa yang hilang, apa yang pergi dan apa yang kemarin terjadi dengan tiba-tiba. Lihat juga apa yang kurang dan apa yang salah dengan tenang.

2. Dengarkan apa yang diinginkan hatimu

Dengarkan apa yang di inginkan hati mu, apa yang sedang dia butuhkan, apa yang sedang dia inginkan, jujur pada diri sendiri dan biarkan dia bicara tanpa mencegahnya tanpa mengalihkannya, tanpa menyalahkannya.

3. Rasakan hadirnya

Rasakan setiap perasaan itu di sana, rasakan bahwa kita sedang bersama dia, hanya dia yang kita punya. Dan hargai keberadaannya sepenuhnya. Berpikirlah dengan sadar dan pahami pertengkaran emosi yang ada di sana dengan keinginan untuk mengobati nya.

Pahami setiap perasaan tidak nyaman itu, hadirkan keinginan untuk membantu diri sendiri. Belajar untuk meningkatkan kepedulian kepada diri sendiri, dan berusaha untuk bangkit dari luka masa lalu.

Setelah menerima segala yang telah terjadi, setelah memahami apa maunya hati, setelah berkencan dengan setiap rasa cemas yang sempat di paksa sembunyi, cobalah untuk mencari satu alasan, yang bisa melegakan hati dan meredakan sakit.

Pahami hakikat masa lalu

Jadikan masa lalu sebagai cerita usang, letakkan saja di tempat yang seharusnya. Kita seringkali mengingat masa lalu dengan penyesalan padahal hadirnya di masa kini bukan untuk di sesali tetapi untuk di hargai, di maknai bahwa ia ada untuk menjadi pelajaran, untuk dijadikan pembelajaran karena seiring berjalannya waktu kita bisa saja di uji dengan hal yang sama, dan tentu saja kita memerlukannya agar bisa lebih berhati-hati dalam melangkah dan mengambil setiap keputusan.

Apa yang terjadi, siapapun yang hadir, apapun yang pergi dan akhir dari segalanya adalah hal tepat yang terjadi di waktu yang paling tepat

Coba dan berusaha memiliki hati yang bersih, yang terhindar dari setiap rasa benci. Sebut mereka yang mungkin pernah merugikan mu, menyakiti, mencaci dan memaki, mempermalukan, meremehkan, mengecewakan. Maafkanlah dan sebut dalam doa mu, mohonkan ampun untuk nya dan untuk dirimu. Mohonlah untuk di kuatkan hatimu, di beri ruang seluas-luasnya untuk menerima ketidaksempurnaan manusia. .

Berdamai dengan masalah

Berdamai dengan kekurangan

Berdamai dengan kondisi.

Berdamai dengan kesalahan yang pernah kau buat

Setelahnya selamat menikmati ketenangan, karena indahnya memaafkan mampu mengentaskan segala perkara yang menyesakkan

Tetapkan Tujuan

Jangan memikirkan apa yang tidak bisa di genggam. Fokuslah pada yang masih bisa di usahakan. Tetapkan lah tujuan, dan tanyakan kepada diri sendiri apa yang harus di lakukan agar tujuan tersebut bisa tercapai.

Jangan bersikap terlalu keras dan terlalu lemah kepada diri sendiri, jangan memaksakan dan jangan membiarkannya terlena, terpuruk dan berdiam tanpa perubahan.

Nikmati setiap waktu yang berdetik, sadari bahwa sekarang kita sedang hidup, di sini. 

Komentar