Luka

Badai kemarin telah berlalu

Meninggalkan bekas luka di kaki ku.

Belum sembuh, jiwaku masih saja luruh.

 

Aku belum bisa berjalan sempurna

Pikiranku masih mengeja kenangan yang belum punah.

Tangisku masih terdengar lirih sebab aku memilih sendiri.

 

Sebelumnya. hatiku penuh melihat terangnya lampu-lampu jalan

Senyumku merekah melihat indahnya langit malam

Hela nafasku ringan menatap luasnya lautan

 

Benar kiranya, dimana ada musim yang tidak berganti, waktu yang diam, dan keadaan yang tidak akan pernah berubah.

 

Tersebab apa kita begitu mudah mengingat hal-hal menyakitkan.

Tersebab apa kita kembali mengorek luka yang harusnya sudah terkubur dalam. 

Kenapa kita menjadi takut dengan masa yang pernah kelam. 

Bukankah kita sudah tidak lagi hidup disana?

 

Trauma, sempat terdengar asing di telinga.

Hingga menjadi akrab dan melekat. 

Takut semua terulang

Karena nya tidak siap kembali berjuang.

 

Untuk luka, tolong sampai disini saja ya.

Setidaknya, beri aku waktu untuk istirahat sejenak.

Terimakasih pengalamannya.

Semoga teguh ini tidak akan pernah sirna.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Depresi

Memandang Langit

Untukmu, Dari aku