Siapa Yang Tuhan?

Masa depan adalah waktu yang seringkali kita tunggu, tapi juga kita cemaskan. Masa lalu adalah waktu yang seringkali kita sesali, dan masa sekarang adalah apa yang tak sadar kita habiskan dengan sia-sia.

Semua manusia punya masalah, ujian katanya. Tak ada yang hidup tanpa masalah, yang tak punya masalah hanya mereka yang tak hidup. 

Untukmu yang sedang dirundung kegelisahan, untukmu yang sedang di landa kesedihan izinkan saya bercerita sedikit saja, tentang dia yang rupawan wajahnya hingga membuat para wanita tergila-gila.

Jika menurut kita wajah adalah hal yang sangat penting, atau seperti yang sedang di gaung-gaungkan sekarang. Yakni mereka yang good looking, glow up atau apapun istilah lainnya akan sangat aman kehidupannya, begitu lah. Tapi berbeda dengan apa yang di alami nya, cerita ini akan membuka mata kita, bahwa yang Allah inginkan jauh dari kata standar manusia.

•••

Terlahir tampan dan rupawan, juga menjadi anak kesayangan membuat saudara-saudaranya iri kepada nya. 

Suatu ketika, dia bermimpi melihat 11 bintang, bulan dan matahari bersujud kepadanya. Ketika dia menceritakan mimpi tersebut kepada ayahnya, ayahnya meminta sang anak untuk tidak menceritakan mimpi tersebut kepada siapapun termasuk saudara-saudaranya.

Mimpi sang anak membuat ayahnya memiliki keyakinan bahwa kelak anaknya akan menjadi orang penting dan memiliki kekuasaan. Meski mimpi tersebut tidak di ceritakan, ternyata kecemburuan saudara-saudara nya tidak bisa lagi terbendung. Mereka membuat rencana untuk melenyapkannya agar perhatian sang ayah kembali kepada mereka sepenuhnya, saudara-saudaranya pun memasukkannya ke dalam sumur dengan dalih izin untuk mengembara kepada ayah mereka.

Setelah saudara-saudaranya pulang, mereka menceritakan sebuah kisah bohong kepada ayahnya, yusuf nama laki-laki itu, sudah di terkam serigala, kata saudara-saudaranya. Ayahnya pun sedih dan menangis berhari-hari hingga mata nya menjadi buta.

Di dalam sumur, yusuf kecil di temukan oleh serombongan kafilah yang sedang dalam perjalanan menuju Mesir. Mereka lalu menjualnya untuk di jadikan sebagai seorang budak. Sudah di masukan ke dalam sumur oleh saudaranya sendiri, jauh dari orang tua, lalu di jual untuk di jadikan budak. Apa kau pernah merasakannya?

Singkat cerita, dia menjadi pelayan seorang Menteri yang mempunyai istri bernama Zulaikha. Ketampanannya membuat wanita itu terpikat dan menginginkannya. Tapi dengan rahmat Tuhannya, dia tak bergeming dan menghindarinya hingga Zulaikha marah dan membuat fitnah terhadapnya. Walaupun fitnah itu terbukti salah dia tetap di masukan ke dalam penjara. Rasanya, ujian tak pernah habis mendatangi dirinya.

Nabi Yusuf tinggal di dalam penjara itu bertahun-tahun hingga ia bisa menafsirkan mimpi seorang narapidana.

Suatu hari Raja Mesir bermimpi melihat 7 ekor sapi gemuk dimakan oleh 7 sapi kurus, dan 7 bulir gandum yang hijau dan 7 bulir gandum yang kering. Sang raja meminta para ahli nujum menafsirkan mimpinya, tapi tidak ada yang bisa menafsirkannya.

Hingga kemudian seorang budak yang pernah menjadi teman satu sel Nabi Yusuf di penjara, mengatakan pada Raja bahwa Yusuf pandai menafsir mimpi dan Raja Mesir pun meminta Yusuf untuk menafsirkan mimpinya. Karena ta’wilnya benar, maka ia dibebaskan, menjadi seorang yang berkedudukan tinggi dan di percaya. Lalu ia meminta jabatan sebagai bendaharawan Negara.

Pada masa paceklik, para saudara Nabi Yusuf datang kepadanya untuk mengambil jatah bahan makanan yang dibagikan kepada penduduk Mesir dan sekitarnya. Yusuf mengenali mereka tetapi mereka tidak mengenali nya. Kemudian Nabi Yusuf menyuruh saudara-saudaranya untuk membawa Benyamin kepada nya. Jika tidak, mereka akan pulang dengan tangan kosong. Saudara-saudara Yusuf pun menuruti permintaan tersebut dan dengan berat hati, Nabi Yakub merelakan Benyamin pergi ikut bersama saudaranya. 

Ketika saudara-saudaranya hendak pulang, Yusuf memasukkan sebuah piala emas dalam karung yang dibawa oleh Benyamin. Hal ini menyebabkan Benyamin ditahan . Nabi Yakub pun semakin bersedih karena kehilangan anak bungsunya, duka yang ia rasakan akibat kehilangan Yusuf belum hilang, ditambah lagi Benyamin kali ini ditahan di Mesir.

Saudara-saudara Yusuf pun memohon agar Benyamin dibebaskan. Mendengar hal tersebut, Nabi Yusuf pun menyuruh saudara-saudaranya untuk membawa Nabi Yakub kepadanya.

Saat bertemu lagi dengan sang ayah, Yusuf mengatakan siapa dia sebenarnya dan mengajak ayah serta saudara-saudaranya untuk tinggal bersama di ibukota. 

•••

Dari sekian banyak cerita kehidupan dalam dirinya, apakah kita masih akan fokus di akhir saja? Bahwa hidupnya bahagia tanpa tahu apa yang dia jalani, bagaimana prosesnya, dan seberapa besar ujiannya.

Jika di lihat dari apa yang sedang kita alami sekarang, apakah kita berada di tahap lebih sulit dari pada apa yang di alami Nabi Yusuf? Jika kita menjadi bandingannya, apa yang akan kita lakukan untuk melewati sedemikian banyak luka dan nestapa. Jika kita menjadi beliau, apa yang akan kita lakukan? Apa yang akan keluar dari lisan kita? Apa yang akan bersemayam di hati kita?

Memang benar, nyatanya kita tak bisa sebaik dia yang sudah Allah pilih menjadi Nabi-Nya. Tapi kita bisa senantiasa belajar dari setiap langkah-langkah mereka.

Nabi Yusuf mengalami banyak masalah dalam hidupnya, tapi dia tetap berkata bahwa Allah yang paling tahu tentang kehidupannya selama ini dan semua terjadi adalah atas  dasar kebijaksanaan Allah.

Jika di lihat dari kisah di atas, semua yang di alami Nabi Yusuf adalah untuk kebaikannya sendiri. Tanpa terjadinya kejadian pertama tidak akan ada kejadian-kejadian berikutnya. Jika dia tidak dimasukan ke dalam penjara dia tidak akan menjadi Menteri bukan? Allah tidak pernah meninggalkannya sedetikpun, itu adalah bagian dari rencana Allah

Kita, manusia biasa yang jika mendapatkan ujian alih-alih bersyukur dengan segala nikmat yang ada, kita malah mempertanyakan keadilanNya.

Dimana keadilan Allah, kenapa saya harus mengalami ini. Mengapa Allah melakukan ini padaku?

Padahal keadilan Allah adalah sesuatu yang tidak harus selalu kita tahu, padahal rencana Allah adalah rencana Maha halus. Kesedihan-kesedihan yang kita alami adalah hal yang sudah Allah tetapkan, begitu pun bahagia.

Kapan bahagia nya?
Sekali lagi, kau tidak harus selalu tahu.

Kalau semua bentuk keadilan Allah harus kau tahu, lantas apa bedanya kau dengan Tuhan?

Kalau semua hal dalam hidupmu harus sesuai keinginanmu. Lantas siapa yang Tuhan?

Komentar

  1. Yang penting husnudzan, semua yang Allah pilihkan adalah yang terbaik, meskimenurut kita belum tentu baik.

    BalasHapus
  2. MasyaAllah barakallahufik kak. Bgs dapat inspirasi lagi. Harus menempatkan diri sebgai hamba.👍🏻 dan saya juga menulis tentang Nabi Yusuf koq bs sama ya hehe ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. MasyaAllah Tabarakallah 💜, wah tadinya saya mau baca kak tapi blog nya kakak gak muncul di profil ya?

      Hapus
  3. Saya mendapat inspirasi membaca tulisan di atas. Betul memang rencana Allah itulah yang paling terbaik. Masya Allah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebaik-baik rencana adalah rencanaNya. Terimakasih kak, MasyaAllah Tabarakallah 💜

      Hapus
  4. Ya Alloh ... hidup itu sebuah perjalanan ... tinggal kita buat sedih atau bahagia .... dan appaun pilihan kita itu sudah sesuai dengan apa yang memang kita lalui ... bersyukur dan selalu bersyukur ... Aamiin semoga kita semua menjadi makhluk yang selalu husnudzon terhadap apapun ... dan itu perlu belajar ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, kita selalu punya pilihan untuk mengeluh atau mensyukuri, dan yang perlu di ingat semakin bersyukur semakin Allah tambahkan nikmat.. hehe. Barakallahufiik, terimakasih sudah baca 💜

      Hapus
  5. Allah tahu apa yang terbaik untuk kita, itulah mengapa guru kita meminta untuk selalu berbaik sangka pada Allah.

    BalasHapus

Posting Komentar