Sisi Positif
Setiap kita mempunyai masalah dalam kehidupan, entah masalah hubungan sosial ataupun masalah keuangan.
Orang yang tidak ingin punya masalah berarti tidak ingin hidup, karna tidak mungkin kita hidup tanpa masalah, tidak mungkin kita hidup tanpa ujian.
Ujian dari Allah seringkali untuk melihat seberapa besar kadar kekuatan dan keimanan kita, Semakin tinggi posisi seorang, semakin besar ujian yang diberikan.
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami Telah beriman" , sedang mereka tidak diuji lagi? [al-‘Ankabut/29:2]
Ujian adalah rahmat dari Allah, maka kita sebagai manusia juga harus melihat ujian sebagai curahan rahmat dan kasih sayang dari Allah.
Percaya bahwa setiap kejadian selalu mempunyai sisi positif masing-masing.
Yang bebal itu kadang kita, terlalu berlarut dalam kesedihan, putus asa bahkan cemas akan masa depan yang nyatanya sudah siap dengan sangat baik kalau kita mau usaha.
Dalam keadaan depresi dan cemas, menghasilkan pemikiran yang positif memang tidak semudah yang dikatakan.
Makanya harus ada usaha dari diri sendiri untuk berubah, bergerak melangkah menjadi manusia yang lebih baik.
Caranya lakukan hal-hal yang bermanfaat, kebiasaan-kebiasaan kecil yang berguna, yang nantinya akan berubah menjadi kebiasaan-kebiasaan besar. Kebiasaan adalah kesabaran. Saat kita melakukan sesuatu berulang dengan hasil yang tidak instan, saat itulah kita melatih kesabaran kita.
Setelah itu coba cari harapan baru, kalau harapanmu di hancurkan orang, kalau harapanmu menimbulkan kecewa yang dalam. Maka carilah harapan baru, manusia akan selalu punya harapan, gak peduli siapun itu. Kita hidup dengan harapan, harapan yang bahkan datang sebelum kita lahir di dunia ini, harapan dari orang tua kita.
Kita selalu punya hak dan kesempatan yang sama untuk mewujudkan apa-apa yang kita inginkan.
Lalu setelah berharap lagi, apakah kita sudah pasti tidak akan kecewa?
Orang orang disekitar kita punya kesempatan yang sama untuk mengecewakan orang lain, pun harapan kita bisa saja mengecewakan kita untuk kesekian kali.
Solusinya sertakan harapan dengan doa, berharaplah sama yang punya dunia, kalau sudah begini biarpun gak sesuai rencana, kita akan biasa saja. Karna apa saja yang datang dari Allah itu adalah yang paling baik untuk kita.
Bersabar, jalani, syukuri, cari dan temukan sisi positif dalam setiap ujian.
-نور-
Orang yang tidak ingin punya masalah berarti tidak ingin hidup, karna tidak mungkin kita hidup tanpa masalah, tidak mungkin kita hidup tanpa ujian.
Ujian dari Allah seringkali untuk melihat seberapa besar kadar kekuatan dan keimanan kita, Semakin tinggi posisi seorang, semakin besar ujian yang diberikan.
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami Telah beriman" , sedang mereka tidak diuji lagi? [al-‘Ankabut/29:2]
Ujian adalah rahmat dari Allah, maka kita sebagai manusia juga harus melihat ujian sebagai curahan rahmat dan kasih sayang dari Allah.
Percaya bahwa setiap kejadian selalu mempunyai sisi positif masing-masing.
Yang bebal itu kadang kita, terlalu berlarut dalam kesedihan, putus asa bahkan cemas akan masa depan yang nyatanya sudah siap dengan sangat baik kalau kita mau usaha.
Dalam keadaan depresi dan cemas, menghasilkan pemikiran yang positif memang tidak semudah yang dikatakan.
Makanya harus ada usaha dari diri sendiri untuk berubah, bergerak melangkah menjadi manusia yang lebih baik.
Caranya lakukan hal-hal yang bermanfaat, kebiasaan-kebiasaan kecil yang berguna, yang nantinya akan berubah menjadi kebiasaan-kebiasaan besar. Kebiasaan adalah kesabaran. Saat kita melakukan sesuatu berulang dengan hasil yang tidak instan, saat itulah kita melatih kesabaran kita.
Setelah itu coba cari harapan baru, kalau harapanmu di hancurkan orang, kalau harapanmu menimbulkan kecewa yang dalam. Maka carilah harapan baru, manusia akan selalu punya harapan, gak peduli siapun itu. Kita hidup dengan harapan, harapan yang bahkan datang sebelum kita lahir di dunia ini, harapan dari orang tua kita.
Kita selalu punya hak dan kesempatan yang sama untuk mewujudkan apa-apa yang kita inginkan.
Lalu setelah berharap lagi, apakah kita sudah pasti tidak akan kecewa?
Orang orang disekitar kita punya kesempatan yang sama untuk mengecewakan orang lain, pun harapan kita bisa saja mengecewakan kita untuk kesekian kali.
Solusinya sertakan harapan dengan doa, berharaplah sama yang punya dunia, kalau sudah begini biarpun gak sesuai rencana, kita akan biasa saja. Karna apa saja yang datang dari Allah itu adalah yang paling baik untuk kita.
Bersabar, jalani, syukuri, cari dan temukan sisi positif dalam setiap ujian.
-نور-
Komentar
Posting Komentar